HEADLINE NEWS

Dr. Zawil Huda Terpilih sebagai Ketua MUI Pasaman Barat 2026–2031, Siap Perkuat Sinergi Ulama dan Pemerintah

By On Minggu, November 01, 2026

  

 Dr. Zawil Huda Terpilih sebagai Ketua MUI Pasaman Barat 2026–2031, Siap Perkuat Sinergi Ulama dan Pemerintah


PASAMAN BARAT, prodeteksi.com  — Dr. Zawil Huda, SH, MH, terpilih sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pasaman Barat periode 2026–2031 melalui Musyawarah Daerah (Musda) III MUI Pasaman Barat yang berlangsung di Rumah Dinas Bupati Pasaman Barat, Sabtu (31/10/2026).


Dalam Musda tersebut, selain menetapkan Dr. Zawil Huda sebagai ketua, peserta musyawarah juga memilih Buya Suharman sebagai Sekretaris Umum MUI Pasaman Barat. Sementara itu, Buya Dr. Sirril Masri, Lc., MA., dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Dewan Pertimbangan MUI Pasaman Barat.


 Dr. Zawil Huda 


Dalam sambutannya, Dr. Zawil Huda menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat atas dukungan dan perhatian terhadap pelaksanaan Musda III MUI tersebut.



Ia berharap, ke depan pemerintah daerah dapat memberikan dukungan anggaran yang lebih terarah guna menunjang berbagai program pembinaan umat dan kegiatan keulamaan agar dapat berjalan lebih optimal.


Menurutnya, perhatian terhadap kesejahteraan para ulama juga perlu terus ditingkatkan, mengingat peran mereka yang selama ini menjadi pembimbing, pendidik, serta panutan masyarakat hingga ke pelosok nagari.


 Dr. Zawil Huda Terpilih sebagai Ketua MUI Pasaman Barat 2026–2031, Siap Perkuat Sinergi Ulama dan Pemerintah


Kepada media ini, Minggu (1/11/2026), Dr. Zawil Huda menyampaikan harapannya agar MUI Pasaman Barat ke depan menjadi organisasi yang bermartabat serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi umat dan pemerintah daerah.


"MUI harus bermartabat dan memiliki kontribusi konkret bagi umat maupun pemerintah daerah. Kita juga berharap terjalin kerja sama yang harmonis dengan Polres Pasaman Barat serta seluruh unsur terkait," ungkapnya.


 Dr. Zawil Huda Terpilih sebagai Ketua MUI Pasaman Barat 2026–2031, Siap Perkuat Sinergi Ulama dan Pemerintah


Lebih lanjut, ia berharap MUI dapat menjadi perekat persatuan dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat demi mendorong kemajuan Kabupaten Pasaman Barat.


"MUI diharapkan menjadi perekat bagi seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun dan memajukan Pasaman Barat. Inilah yang menjadi harapan kita ke depan," tambahnya.


Terpilihnya Dr. Zawil Huda sebagai Ketua MUI Pasaman Barat periode 2026–2031 menjadi babak baru bagi perjalanan organisasi keagamaan tersebut.


 Dr. Zawil Huda Terpilih sebagai Ketua MUI Pasaman Barat 2026–2031, Siap Perkuat Sinergi Ulama dan Pemerintah


Kepengurusan yang baru diharapkan mampu memperkuat peran ulama dalam membina umat, menjaga kerukunan, memberikan pencerahan keagamaan, serta membangun sinergi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, dan seluruh komponen masyarakat dalam menjawab berbagai persoalan keagamaan maupun sosial di Pasaman Barat.


Perjalanan Pendidikan dan Karier Akademik

Di balik amanah barunya sebagai Ketua MUI Pasaman Barat, Dr. Zawil Huda juga memiliki perjalanan pendidikan dan karier akademik yang patut diapresiasi.


Pria kelahiran Ujung Gading, Kecamatan Lembah Melintang, Kabupaten Pasaman Barat, 28 November 1985 ini, resmi menyandang gelar Doktor Pendidikan Islam setelah dinyatakan lulus dalam Ujian Promosi Doktor pada Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang, Senin (8/2/2021).


Zawil Huda yang dikenal sebagai ulama, Buya, mubalig, dan pendakwah, sekaligus berprofesi sebagai guru Pegawai Negeri Sipil (PNS), berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,52 dengan predikat Sangat Memuaskan.


Predikat tersebut diperolehnya setelah berhasil mempertahankan disertasi berjudul:

"Pola Pembinaan Karakter Peserta Didik Berbasis Budaya Lokal pada MTsN 04 Pasaman Barat."


Berdasarkan daftar peraih gelar doktor pada Program Pascasarjana UIN Imam Bonjol Padang saat itu, Zawil Huda tercatat sebagai doktor ke-209. Pencapaian tersebut sekaligus menambah sumber daya manusia Kabupaten Pasaman Barat yang memiliki kualifikasi pendidikan doktor.


Sebelum meraih gelar doktor, Zawil Huda juga dikenal aktif dalam berbagai kegiatan kepemudaan dan keislaman di Pasaman Barat. Kiprahnya sebagai pendidik, mubalig, serta tokoh keagamaan menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya kepada masyarakat.


Dengan latar belakang pendidikan, pengalaman dakwah, dan aktivitas sosial keagamaan yang dimilikinya, masyarakat tentu berharap kepemimpinan Dr. Zawil Huda mampu membawa MUI Pasaman Barat semakin berperan dalam membangun kehidupan umat yang religius, harmonis, dan berkemajuan. *** irz

Raih Gelar Doktor, Gontam Yusuf Tetap Rendah Hati, Aktif di Sejumlah Organisasi dan Berkiprah sebagai Konsultan

By On Minggu, November 01, 2026

  LIPUTAN KHUSUS 

DR. Gontam YM



PASAMAN BARAT, prodeteksi.com  — Perjalanan panjang dalam dunia birokrasi, pendidikan, dan organisasi tidak membuat Drs. H. Gontam Yusuf, SE, MM, kehilangan sikap rendah hati. Putra asal Sawah Mudik, Nagari Batahan, Kecamatan Ranah Batahan (Rabat), Kabupaten Pasaman Barat, ini justru terus menunjukkan semangat belajar dan pengabdian kepada masyarakat.


Ketua Umum Ikatan Keluarga Pasaman Barat Jakarta/Jabodetabek (IKPB Jaya) tersebut kini resmi menyandang gelar akademik doktor setelah menyelesaikan pendidikan Strata Tiga (S3) di Universitas PTIQ Jakarta (Universitas Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur'an).


Gontam dan Keluarga


Gontam yang lahir pada 1 September 1964 itu mengikuti prosesi wisuda pada 23 September 2026 lalu. Sebelumnya, ia telah menjalani Ujian Sidang Terbuka atau Promosi Doktor pada 4 Juni 2026.


Pencapaian akademik ini menjadi babak baru dalam perjalanan hidupnya. Menariknya, setelah menghabiskan sebagian besar perjalanan karier di bidang perpajakan dan manajemen pemerintahan, Gontam memilih memperdalam ilmu Pendidikan Berbasis Al-Qur'an sebagai bekal untuk memperluas kontribusi keilmuan, sosial, dan keagamaan.


 Ketika Wisuda





Berprestasi Selama Berkarier di Direktorat Jenderal Pajak

Sebelum memasuki masa purna tugas sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), Gontam memiliki perjalanan karier yang cukup panjang di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan RI.


Dengan latar belakang pendidikan ekonomi dan manajemen, ia pernah dipercaya memimpin sejumlah unit kerja perpajakan, mulai dari penugasan di Padang hingga Jakarta.


 Gontam bersama sang Rektor


Salah satu jabatan penting yang pernah diembannya adalah Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Jakarta Setiabudi Satu. Dalam kepemimpinannya, kantor tersebut berhasil meraih penghargaan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) sebagai penyelenggara pelayanan publik kategori Pelayanan Prima Tahun 2021.


Penghargaan tersebut diserahkan di Jakarta pada Maret 2022 dan piagamnya ditandatangani oleh Menteri PAN-RB saat itu, Tjahjo Kumolo.


Penghargaan tersebut menjadi salah satu catatan penting dalam perjalanan pengabdiannya di lingkungan birokrasi pemerintahan, khususnya dalam mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik.


 Gontam ketika wisuda


Tetap Produktif Setelah Purna Tugas

Memasuki masa purna tugas dari ASN, Gontam tidak lantas berhenti berkarya. Pengalaman panjang di bidang perpajakan, manajemen, dan kepemimpinan justru menjadi modal berharga untuk melanjutkan kiprahnya di dunia profesional.


Ia kemudian beraktivitas sebagai konsultan pada salah satu kantor konsultan global yang termasuk dalam kelompok Big Four, yakni empat jaringan perusahaan jasa profesional terbesar di dunia.



Pengalaman tersebut semakin memperkaya wawasan dan keahliannya, terutama dalam bidang manajemen, perpajakan, serta tata kelola organisasi.


Jika melihat perjalanan pendidikannya, Gontam memiliki latar belakang akademik yang cukup beragam.


Pendidikan Strata Satu (S1) ditempuh di Fakultas Ekonomi Universitas Andalas (Unand). Selanjutnya, ia melanjutkan pendidikan Strata Dua (S2) dengan konsentrasi Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM).


Tidak berhenti sampai di situ, semangat untuk terus menambah ilmu membawanya melanjutkan pendidikan Strata Tiga (S3) di Universitas PTIQ Jakarta dengan bidang Pendidikan Berbasis Al-Qur'an.


Perjalanan pendidikan tersebut menunjukkan bahwa menuntut ilmu tidak mengenal batas usia maupun latar belakang profesi. Setelah bertahun-tahun berkecimpung dalam urusan ekonomi, perpajakan, dan manajemen, ia kini juga memperdalam keilmuan yang berorientasi pada nilai-nilai Al-Qur'an.


Saat menyampaikan rasa syukurnya atas pencapaian tersebut, Gontam mengungkapkan bahwa dirinya telah mengikuti ujian promosi doktor pada 4 Juni 2026 dan kemudian diwisuda pada 23 September 2026.


"Alhamdulillah, saya telah diwisuda oleh Rektor Universitas PTIQ, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, bersama Direktur Pascasarjana UPTIQ, Prof. Dr. M. Darwis Hude, M.Si. Prosesi wisuda berlangsung di The Krakatau Grand Ballroom," ungkapnya.


Sebagaimana diketahui, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar juga menjabat sebagai Menteri Agama RI dan Imam Besar Masjid Istiqlal.


Aktif Memimpin dan Mengembangkan Organisasi

Selain berkarier dan menempuh pendidikan, Gontam juga dikenal aktif dalam berbagai organisasi kemasyarakatan dan sosial. Tercatat sekitar delapan organisasi telah menjadi bagian dari aktivitas pengabdiannya.


Salah satu amanah penting yang saat ini diembannya adalah sebagai Ketua Umum Ikatan Keluarga Pasaman Barat Jakarta/Jabodetabek (IKPB Jaya) periode 2026–2031.


Di bawah kepemimpinannya, IKPB Jaya terus melakukan pembenahan dan penguatan kelembagaan. Sebagai langkah awal pengorganisasian, telah diterbitkan empat Surat Keputusan (SK), yang terdiri atas satu SK Pengurus IKPB Jaya dan tiga SK kepengurusan lembaga atau himpunan yang berada di bawah naungan IKPB Jaya.


Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat struktur organisasi, meningkatkan koordinasi, serta memperluas peran warga Pasaman Barat yang berada di Jakarta dan wilayah Jabodetabek.


Bagi Gontam, organisasi bukan sekadar tempat berkumpul, melainkan wadah untuk membangun kebersamaan, mempererat silaturahmi, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat serta daerah asal.


Di tengah berbagai kesibukan profesional dan organisasi, Gontam tetap menempatkan pengabdian sebagai bagian penting dalam perjalanan hidupnya.


Ia berharap gelar doktor yang diraihnya bukan sekadar tambahan gelar akademik, melainkan menjadi amanah untuk terus berbagi ilmu, memperluas manfaat, serta memberikan kontribusi bagi umat, masyarakat, dan negara.


"Semoga pencapaian ini semakin menambah kontribusi dan pengabdian untuk umat, masyarakat, dan negara. Mudah-mudahan perjalanan hidup ke depan semakin bermakna dan bermanfaat. Aamiin ya Rabbal 'alamin," tuturnya.


Atas pencapaian tersebut, ucapan selamat dan apresiasi pun datang dari berbagai kalangan, khususnya keluarga, sahabat, rekan organisasi, serta masyarakat Pasaman Barat.


Mereka berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh Drs. H. Gontam Yusuf dapat memberikan manfaat yang lebih luas, baik bagi keluarga, masyarakat, organisasi, maupun daerah asalnya.


Selamat dan sukses kepada Drs. H. Gontam Yusuf atas gelar doktor yang diraih. Semoga ilmu yang diperoleh menjadi ladang amal, membawa keberkahan, dan semakin memperkuat pengabdian kepada umat, masyarakat, bangsa, dan negara. *** irz

 M. Junir Resmi Dilantik sebagai Ketua PWI Pasaman Barat Periode 2026–2029

By On Jumat, Oktober 30, 2026

 


  M. Junir, S.Ag. Resmi Dilantik sebagai Ketua PWI Pasaman Barat Periode 2026–2029


PASAMAN BARAT, prodeteksi.com — M. Junir Sikumbang resmi dilantik sebagai Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pasaman Barat periode 2026–2029, bersama pengurus lainnya yang telah disusun. Pelantikan dilaksanakan di Aula Kantor Bupati Pasaman Barat, Kamis (29/10/2026). Ia sebelumnya terpilih dalam Konferensi Luar Biasa (Konferlub) PWI Pasaman Barat pada 16 Oktober 2026.

 

Ketua PWI Provinsi Sumatera Barat, Widya Navis, menyebut pelantikan tersebut sebagai momentum penting dalam pengembangan PWI Pasaman Barat.

 

Menurutnya, sejak 2014 kepengurusan PWI setempat belum memiliki kepengurusan definitif dan dijalankan melalui pelaksana tugas (Plt).

 

Ia berharap pengurus baru mampu memperkuat konsolidasi, menjaga solidaritas, serta meningkatkan profesionalisme wartawan.

 

Ketua PWI Pasaman Barat, M. Junir, menegaskan kesiapan organisasinya bersinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat tanpa mengabaikan independensi pers.



M. Junir, S.Ag

 

Ia mengajak seluruh pengurus dan anggota menjaga kekompakan serta meningkatkan kualitas jurnalistik dengan mengedepankan akurasi, verifikasi, keberimbangan, dan kode etik jurnalistik. Menurutnya, sinergi dengan pemerintah harus tetap berjalan seiring dengan fungsi kontrol sosial pers.

 

Pelantikan tersebut dihadiri Bupati Pasaman Barat Yulianto, anggota DPR RI Benny Utama, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Ketua TP-PKK Pasaman Barat Ny. Sifrowati Yulianto, Ketua Dharma Wanita Persatuan Ny. Erisa Doddy San Ismail, serta sejumlah tokoh masyarakat dan undangan lainnya.

 


Bupati Yulianto menegaskan bahwa pers memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi sekaligus menjadi mitra kritis pemerintah dalam mengevaluasi kebijakan dan pembangunan.

 

“Pemerintah daerah membutuhkan kritik dan masukan untuk kemajuan daerah kita bersama. Insyaallah, Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat siap bersinergi demi kepentingan masyarakat dan pembangunan Pasaman Barat,” ujar Yulianto.

 

Ia berharap kepengurusan PWI periode 2026–2029 mampu melahirkan wartawan yang profesional dan berintegritas, sekaligus berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui pemberitaan yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab. **** iz

 


Irti Zamin Raih Sertifikat Wartawan Utama, Perkuat Kiprah Puluhan Tahun di Dunia Pers

By On Kamis, Oktober 29, 2026

 

 Irti Zamin SS


PASAMAN BARAT, prodeteksi.com  — Irti Zamin, SS, Pemimpin Redaksi media online Prodeteksi.com sekaligus Pimpinan Umum Pro Pers Media Group, belum lama ini meraih Sertifikat Kompetensi Wartawan (SKW) dengan kualifikasi Wartawan Utama. Sertifikat tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan panjangnya dalam dunia jurnalistik, organisasi pers, dan pengelolaan media massa di Sumatera Barat, khususnya Kabupaten Pasaman Barat.


Sertifikat kompetensi itu diterbitkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Pers Indonesia pada 26 Mei 2025 di Jakarta, dengan masa berlaku tiga tahun. Dokumen tersebut mencantumkan kompetensi pada bidang wartawan dengan kualifikasi Wartawan Utama serta lisensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).





Sertifikasi Kompetensi Wartawan (SKW) tersebut dilaksanakan pada 22–25 Mei 2025 di Tempat Uji Kompetensi (TUK) Metrotalenta Pers, Padang, Sumatera Barat. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kompetensi dan profesionalisme insan pers sesuai standar yang berlaku.


Irti Zamin, yang lahir pada April 1973 lulusan Fakultas Sastra UNAND ini, menjadi salah seorang wartawan yang memperoleh kualifikasi Wartawan Utama. Pencapaian tersebut melengkapi pengalaman panjangnya di bidang jurnalistik, yang telah dirintis sejak awal 2000-an.


Menguasai Kompetensi Jurnalistik Tingkat Utama

Berdasarkan daftar unit kompetensi yang tercantum dalam sertifikatnya, Irti Zamin dinyatakan memiliki kompetensi dalam enam bidang utama, yakni mengevaluasi hasil liputan dan pemberitaan, mengevaluasi perencanaan liputan, menulis opini, merancang dan menentukan kebijakan rubrikasi, memimpin rapat redaksi, serta mengatur dan mengawasi keseluruhan program keredaksian.


Kompetensi tersebut berkaitan erat dengan tanggung jawab seorang wartawan pada jenjang utama, khususnya dalam perencanaan, pengawasan, evaluasi, dan pengembangan kualitas pemberitaan.



Di tengah perkembangan media digital yang semakin pesat, wartawan dituntut tidak hanya mampu menyampaikan informasi secara cepat, tetapi juga harus mengedepankan akurasi, verifikasi, keberimbangan, independensi, serta kepatuhan terhadap kode etik jurnalistik.


Karena itu, sertifikasi kompetensi menjadi salah satu sarana untuk mengukur kemampuan profesional wartawan. Namun, pengakuan kompetensi tersebut tetap harus diiringi dengan integritas, tanggung jawab, dan komitmen terhadap kepentingan publik.


Mengawali Karier sebagai Penulis Lepas

Perjalanan Irti Zamin di dunia jurnalistik dimulai pada 2001 ketika ia aktif sebagai penulis lepas atau freelance writer di sejumlah media cetak terbitan Sumatera Barat. Pengalaman tersebut menjadi salah satu pijakan awal dalam membangun kariernya sebagai wartawan.


Pada 2002, ia mulai berkiprah sebagai wartawan Koran ZAMAN dan Tabloid ZAMAN hingga menjabat staf redaksi. Pengalaman tersebut memperkuat keterlibatannya dalam kegiatan peliputan, penulisan berita, serta dinamika pemberitaan di daerah.


Seiring perjalanan kariernya, Irti Zamin memperoleh kepercayaan untuk menduduki sejumlah posisi strategis di media massa. Pada 2009, ia menjabat sebagai Wakil Pemimpin Redaksi Koran Mingguan KOREKSI. Setahun kemudian, ia menjadi Pemimpin Redaksi Koran Mingguan PRO News.


Pada September 2010, ia juga tercatat menjabat sebagai Pemimpin Umum sekaligus Pemimpin Redaksi Koran Mingguan Pro DETEKSI. Selanjutnya, ia pernah menjadi wartawan Koran Bin News pada periode 2015–2016 dan wartawan Canang News Online pada periode 2018–2019.


Pengalaman lintas media tersebut memberikan ruang baginya untuk memahami proses kerja jurnalistik, mulai dari peliputan dan penulisan berita hingga pengelolaan kebijakan redaksi.


Memimpin Prodeteksi.com dan ProPers Media Group


Memasuki era digital, Irti Zamin melanjutkan kiprahnya melalui pengelolaan media online. Sejak 2019, ia menjabat sebagai Pemimpin Umum sekaligus Pemimpin Redaksi Prodeteksi.com.


Ia juga menjadi pendiri dan pimpinan PT Pro Pers Indonesia atau ProPers Media Group, yang menaungi sejumlah media online, antara lain Prodeteksi.com, Smartsumbar.com, Sannarinews.com, Zamanterkini.com, dan Prorakyatnews.com.


Dalam kapasitasnya sebagai pimpinan media, tanggung jawab yang diemban mencakup pengelolaan organisasi media, koordinasi keredaksian, perencanaan pemberitaan, pengawasan produksi berita, serta pengembangan jaringan media.


Keberadaan media-media tersebut menjadi bagian dari kiprahnya dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, mengangkat persoalan daerah, dan memberikan ruang bagi berbagai isu yang berkaitan dengan kepentingan publik.


Pengalaman sebagai wartawan sekaligus pengelola media juga menuntut kemampuan untuk menjaga kualitas pemberitaan, membangun kepercayaan pembaca, serta menyesuaikan kerja jurnalistik dengan perkembangan teknologi informasi.


Aktif dalam Organisasi Pers dan LSM

Selain menjalani profesi jurnalistik, Irti Zamin aktif dalam organisasi pers dan lembaga swadaya masyarakat. Keterlibatannya dalam berbagai organisasi tersebut menjadi bagian lain dari perjalanan pengabdiannya di Kabupaten Pasaman Barat.


Dalam riwayat organisasinya, ia pernah menjabat sebagai Ketua Himpunan Insan Pers Independen (HIPI) Kabupaten Pasaman Barat periode 2006–2010.


Selanjutnya, ia dipercaya menjadi Ketua DPC Gabungan Wartawan Indonesia (GWI) Kabupaten Pasaman Barat periode 2016–2017 dan Ketua DPC Serikat Pers Republik Indonesia (SPRI) Kabupaten Pasaman Barat periode 2017–2022.


Pada 2018, ia menjabat sebagai Sekretaris DPD LSM TOPAN RI Kabupaten Pasaman Barat, posisi yang menurut riwayatnya masih diemban hingga sekarang.


Sejak 2023, Irti Zamin juga menjabat sebagai Ketua DPD Serikat Praktisi Media Indonesia (SPMI) Kabupaten Pasaman Barat.


Berbagai pengalaman organisasi tersebut melengkapi perjalanan profesionalnya sebagai wartawan dan pengelola media. Aktivitas organisasi juga menjadi ruang untuk membangun komunikasi, memperluas jejaring, dan berpartisipasi dalam kegiatan yang berkaitan dengan pers serta kehidupan sosial kemasyarakatan.


Sertifikat Kompetensi Menjadi Motivasi untuk Terus Berkarya

Penerimaan Sertifikat Kompetensi Wartawan dengan kualifikasi Wartawan Utama diharapkan menjadi motivasi bagi Irti Zamin untuk terus meningkatkan kualitas karya jurnalistik dan profesionalisme dalam menjalankan tugasnya.


Pengakuan kompetensi tersebut bukanlah akhir dari perjalanan seorang wartawan, melainkan bagian dari tanggung jawab untuk terus belajar, memperbarui pengetahuan, serta menjaga integritas dalam setiap proses pemberitaan.


Di tengah maraknya arus informasi digital, tantangan dunia pers semakin kompleks. Penyebaran informasi yang cepat harus diimbangi dengan verifikasi yang cermat agar masyarakat memperoleh berita yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.


Irti Zamin berharap pencapaian ini dapat mendorong dirinya untuk terus berkarya sekaligus menjadi motivasi bagi wartawan lainnya agar meningkatkan kemampuan melalui pendidikan, pelatihan, dan sertifikasi kompetensi sesuai ketentuan yang berlaku.


Dengan pengalaman jurnalistik sejak 2001, perjalanan dalam organisasi pers dan LSM, serta keterlibatan dalam pengelolaan sejumlah media online, Irti Zamin terus melanjutkan kiprahnya di dunia pers Sumatera Barat.


Bagi Irti Zamin, pencapaian kualifikasi Wartawan Utama bukan sekadar pengakuan atas kompetensi profesional, tetapi juga pengingat akan tanggung jawab insan pers untuk menyajikan informasi yang akurat, berimbang, independen, dan bermanfaat bagi masyarakat. ***** iz

Penyaluran BBM SPBU di Pasbar Harus Tertib, Ini Batas Maksimum Pembeliannya Sesuai Surat Edaran Bupati

By On Senin, Oktober 26, 2026

 


 Cegah Penyalahgunaan Subsidi, Pemkab Pasaman Barat Tegaskan Pengendalian BBM




PASAMAN BARAT, prodeteksi.com — Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat menegaskan ketentuan pengendalian pendistribusian bahan bakar minyak (BBM), khususnya jenis bahan bakar tertentu (JBT) berupa solar subsidi dan jenis BBM khusus penugasan (JBKP) berupa Pertalite. Kebijakan tersebut bertujuan agar penyaluran BBM berjalan tertib dan tepat sasaran sesuai ketentuan yang berlaku.


Ketentuan itu tercantum dalam Surat Edaran Bupati Pasaman Barat Nomor 500.10.17.3/09/BUP/2026 tentang pengendalian pendistribusian JBT jenis minyak solar dan JBKP jenis Pertalite bersubsidi di Kabupaten Pasaman Barat.


Dalam surat edaran tersebut, pembelian BBM dibatasi berdasarkan jenis kendaraan dan jumlah maksimal per hari. Karena itu, masyarakat maupun pengelola stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) diimbau untuk memahami dan mematuhi ketentuan tersebut.


Batas Maksimal Pembelian BBM per Hari

Berdasarkan informasi pada pengumuman pemerintah daerah, batas maksimal pembelian BBM ditetapkan sebagai berikut:

  • Kendaraan roda dua: maksimal 10 liter per hari.

  • Kendaraan roda empat: maksimal 40 liter per hari.

  • Kendaraan roda enam atau lebih: maksimal 70 liter per hari.

Pembatasan ini dimaksudkan untuk membantu mengendalikan distribusi BBM serta mencegah pembelian yang tidak sesuai dengan ketentuan.


Solar Subsidi Tidak untuk Semua Kendaraan




Pengumuman tersebut juga menegaskan larangan penggunaan solar subsidi bagi kendaraan dengan jumlah berat bruto (JBB) di atas 8 ton, serta kendaraan angkutan industri dan perkebunan skala besar sebagaimana tercantum dalam ketentuan yang diumumkan.


Oleh sebab itu, masyarakat dan pelaku usaha perlu memperhatikan jenis kendaraan serta peruntukan BBM sebelum melakukan pembelian. Pengelola SPBU juga diharapkan menjalankan pelayanan sesuai ketentuan yang berlaku.


Masyarakat Diminta Ikut Mengawasi

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat agar tidak menyalahgunakan BBM bersubsidi dan mendukung penyaluran energi yang lebih tertib, adil, serta tepat sasaran.


Kepatuhan seluruh pihak dinilai penting agar BBM yang diperuntukkan bagi masyarakat dan sektor yang berhak dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya.


Masyarakat yang mengetahui dugaan penyalahgunaan atau distribusi BBM yang tidak sesuai ketentuan dapat menyampaikan laporan melalui saluran pengaduan resmi pemerintah daerah atau instansi terkait.


Dengan adanya pengendalian ini, diharapkan distribusi BBM di Kabupaten Pasaman Barat dapat berlangsung lebih tertib dan manfaat subsidi energi benar-benar dirasakan oleh pihak yang berhak. ***** irz

Sekda Pasaman Barat Pimpin Upacara Hari Santri Nasional 2026 di Ponpes Darul Ulum

By On Kamis, Oktober 22, 2026

 LIPUTAN KHUSUS

 Sekda Pasaman Barat Pimpin Upacara Hari Santri Nasional 2026 di Ponpes Darul Ulum



Pasaman Barat, prodeteksi.com — Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pasaman Barat, Doddy San Ismail, memimpin upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 yang dipusatkan di lapangan SMK Darul Ulum, Muara Kiawai, Kabupaten Pasaman Barat, Kamis (22/10/2026).


Peringatan Hari Santri Nasional tahun ini mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Tema tersebut menjadi momentum untuk memperkuat peran santri dalam pembangunan bangsa melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, penguatan akhlak, serta pengabdian kepada masyarakat.




Dalam upacara tersebut, Doddy San Ismail bertindak sebagai pembina upacara sekaligus membacakan amanat Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar. Amanat itu menekankan bahwa perjuangan santri pada masa kini harus dilanjutkan melalui pendidikan, inovasi, dan kontribusi nyata dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.


“Jika dahulu para santri menguatkan negeri melalui perjuangan mempertahankan kemerdekaan, kini perjuangan itu dilanjutkan dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, inovasi, serta penguatan akhlak mulia,” demikian pesan dalam amanat Menteri Agama yang dibacakan pada upacara tersebut.




Upacara HSN 2026 tingkat Kabupaten Pasaman Barat itu dihadiri unsur Kementerian Agama, Kementerian Haji, anggota DPRD Pasaman Barat, perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala organisasi perangkat daerah (OPD), pimpinan perbankan, pimpinan pesantren, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.


Pesantren Berperan Penting dalam Pembangunan Bangsa


Dalam amanatnya, Menteri Agama juga menyoroti komitmen pemerintah untuk memperkuat kelembagaan pesantren melalui pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren di lingkungan Kementerian Agama. Langkah tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat peran pesantren dalam pembangunan nasional.





Pesantren memiliki tiga fungsi utama, yakni pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Melalui fungsi pendidikan, pesantren diharapkan mampu melahirkan generasi yang berilmu, terampil, berdaya saing, dan berakhlak mulia tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur keagamaan.


Dalam bidang dakwah, pesantren diharapkan terus menyebarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin, memperkuat kerukunan, serta menjaga persatuan di tengah keberagaman bangsa.


Sementara itu, melalui pemberdayaan masyarakat, pesantren diharapkan menjadi penggerak kemandirian dan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan sumber daya manusia serta kegiatan ekonomi produktif.



Menteri Agama juga menegaskan bahwa Hari Santri bukan hanya milik kalangan pesantren atau umat Islam, melainkan seluruh bangsa Indonesia yang menghargai perjuangan, menjunjung tinggi persatuan, dan mencintai tanah air.


Semangat tersebut sejalan dengan ungkapan hubbul wathan minal iman, yang berarti cinta tanah air merupakan bagian dari iman.



Karena itu, generasi santri masa kini diharapkan mampu meneruskan perjuangan para ulama dan pahlawan melalui pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, kepedulian sosial, serta pengabdian kepada masyarakat. Semangat gotong royong dan persaudaraan juga perlu terus diperkuat untuk menghadapi berbagai tantangan zaman.


Menutup amanatnya, Menteri Agama mengajak seluruh peserta mendoakan para ulama, santri, dan pahlawan yang telah gugur demi kemerdekaan serta keutuhan bangsa. Ia juga menyampaikan selamat Hari Santri Nasional 2026 kepada seluruh santri dan keluarga besar pesantren di Indonesia, seraya mengajak mereka menjaga tradisi, mengembangkan inovasi, dan terus mengabdi untuk negeri.


Pengurus Pesantren Sampaikan Terima Kasih


Salah seorang pengurus pesantren, Ali Mubarak, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu menyukseskan peringatan Hari Santri Nasional 2026 tingkat Kabupaten Pasaman Barat yang dipusatkan di Pondok Pesantren Darul Ulum, Muara Kiawai.


Menurutnya, dukungan dan kerja sama dari berbagai pihak menjadi bagian penting dalam menyukseskan kegiatan tersebut, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan upacara dan rangkaian perlombaan.




Ali Mubarak juga menyampaikan ucapan selamat kepada para pemenang berbagai cabang perlombaan yang digelar untuk memeriahkan peringatan Hari Santri Nasional tahun ini.


Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mampu meningkatkan kreativitas, mempererat persaudaraan antarsantri, serta menumbuhkan semangat untuk terus belajar dan berprestasi.


Penyerahan Hadiah kepada Pemenang Lomba


Usai pelaksanaan upacara, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang berbagai perlombaan yang diselenggarakan dalam rangka memeriahkan Hari Santri Nasional 2026.


Sekda Pasaman Barat, Doddy San Ismail, bersama Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pasaman Barat turut menyerahkan hadiah kepada para pemenang sebagai bentuk apresiasi atas semangat, kreativitas, dan partisipasi para santri.


Penyerahan hadiah tersebut sekaligus menjadi bentuk penghargaan atas usaha dan kemampuan para peserta dalam mengikuti berbagai perlombaan.


Melalui peringatan Hari Santri Nasional 2026, diharapkan para santri di Kabupaten Pasaman Barat semakin termotivasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan, memperdalam ilmu agama, menguasai teknologi, serta mengembangkan potensi diri.


Dengan demikian, santri tidak hanya menjadi generasi yang kuat dalam nilai-nilai keagamaan, tetapi juga mampu berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah dan bangsa menuju Indonesia Emas 2045. *** irz

Tidak Persoalkan Siapa yang Terpilih, Tiga Orang Pemegang Hak Suara Soroti Pelaksanaan Konferlub PWI Pasbar

By On Kamis, Oktober 22, 2026

 Tidak Persoalkan Siapa yang Terpilih, Buyung Soroti Pelaksanaan Konferlub PWI Pasbar



Pasaman Barat, prodeteksi.com —  Pemilihan Ketua PWI Pasaman Barat dalam Konferensi Luar Biasa (Konferlub) pada 16 Oktober 2026 memicu kontroversi. Meski M. Junir, S.Ag. dinyatakan terpilih secara aklamasi, mayoritas pemilik hak suara melayangkan protes dan mendesak PWI Pusat mengulang kembali forum tersebut karena dinilai tidak memenuhi kuorum organisasi.


Salah seorang pemegang hak suara dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), Buyung, S.Sos., yang sempat mendaftar sebagai Calon Ketua, pelaksanaan pemilihan tersebut dinilai bermasalah. Pasalnya, Konferlub yang dipercepat menjadi tanggal 16 Oktober dari jadwal semula 31 Oktober 2026 ada tiga orang pemegang hak memilih yang terdaftar pada  DPT  yang  tidak hadir dalam forum tersebut.


Saat dikonfirmasi pada Rabu (21/10/2026), Buyung mengungkapkan alasan ketidakhadirannya karena tidak menerima surat undangan resmi dari panitia. Menurutnya, dari lima orang pemegang hak pilih dalam DPT, ada tiga orang (Hendi, Buyung dan Afratama) yang tidak hadir dengan alasan serupa, sehingga hanya dua pemegang DPT yang menghadiri Konferlub. Namun, forum tersebut tetap dilanjutkan.


"Memang kami tidak hadir karena tidak menerima undangan resmi. Yang dimaksud undangan resmi itu kan ada kop surat dan tanda tangan dari panitia atau pengundang. Kalau hanya pemberitahuan lewat WhatsApp group atau telepon, itu bukan undangan melainkan informasi," ujar Buyung.


Lebih lanjut, Buyung menegaskan bahwa ia tidak mempermasalahkan siapa figur yang terpilih, melainkan mekanisme pelaksanaannya yang dinilai menyalahi prosedur karena tidak memenuhi kuorum. Seharusnya, sesuai aturan PWI, pemilihan ditunda terlebih dahulu.


"Berdasarkan PO PWI Bab V Pasal 11 tentang aturan kuorum, kuorum awal minimal diikuti 2/3 dari jumlah DPT. Jika tidak tercapai, forum diskors maksimal 2 jam dan kehadiran minimal 50% + 1 dari DPT. Apabila tetap tidak tercapai, Konferensi ditunda paling lama 3 bulan. Dalam konferensi penundaan tersebut, forum baru dapat dinyatakan sah dengan jumlah DPT berapa pun yang hadir," jelasnya.


Buyung memaparkan, 2/3 dari 5 pemilih jika dibulatkan ke atas adalah 4 orang, sedangkan 50% + 1 dari 5 orang adalah 3 orang. Jika hanya 2 orang yang hadir, jumlah tersebut tidak memenuhi kedua ambang kuorum awal. Oleh karena itu, jika Konferlub 16 Oktober tersebut merupakan konferensi pertama, keabsahannya tidak bisa didasarkan pada kuorum awal saja tanpa melalui tahapan skorsing, penundaan, dan arahan resmi PWI Pusat.


Ia menambahkan, dasar penetapan hak suara dalam Konferlub PWI Pasbar ini merujuk pada DPT yang ditetapkan oleh PWI Sumatera Barat melalui Surat Pengurus Harian PWI Sumbar Nomor 57.03/PWI-SB/IX-2026 tertanggal 28 September 2026 dengan jumlah 5 pemilih.


Atas kejanggalan tersebut, Buyung bersama dua pemegang DPT lainnya mengaku keberatan. Tiga orang pemegang DPT tersebut telah melayangkan surat resmi kepada PWI Sumbar dan PWI Pusat untuk mengevaluasi serta mengulang kembali pelaksanaan Konferlub PWI Pasbar.


Hal senada disampaikan oleh Hendi, pemegang DPT lainnya. Saat dikonfirmasi pada hari yang sama, Hendi membenarkan bahwa pihaknya tidak hadir karena tidak menerima undangan resmi dan meminta agar Konferlub diulang.


Tanggapan Ketua Terpilih dan Panitia

Sementara itu, Ketua PWI Pasbar terpilih, M. Junir, S.Ag., saat dikonfirmasi pada Rabu 21 Oktober lalu, menyatakan bahwa informasi mengenai undangan telah disampaikan melalui grup WhatsApp dan telepon. Menurutnya, penyampaian undangan melalui pesan singkat atau media daring sudah memadai. Mengenai surat keberatan yang dilayangkan ke PWI, ia menilai hal tersebut merupakan hak setiap anggota.


Di sisi lain, Ketua Panitia Pelaksana, Altas Maulana, S.S, menjelaskan bahwa panitia telah menyampaikan undangan secara elektronik (WA), lisan, maupun telepon demi menjaga kebersamaan.


"Mengenai surat undangan fisik tertulis memang tidak ada. Kami dari panitia memberikan undangan di grup WA serta disampaikan langsung dan via telepon kepada kelima pemilik hak suara, bukan hanya kepada tiga orang tersebut. Jejak digital di WA juga ada," terang Altas.


Altas menambahkan, langkah tiga pemegang DPT yang menyurati PWI merupakan bagian dari dinamika organisasi yang sah.


"Yang jelas, kami panitia telah memberitahukan seluruh pemegang hak suara. Konferlub ini sendiri berjalan sesuai arahan dari PWI Sumbar yang hadir langsung di lokasi. Sebelum dan saat acara, panitia juga telah menghubungi ketiga orang tersebut. Semua tahapan yang disusun PWI Sumbar telah kami laksanakan. Terhadap keberatan mereka, sepenuhnya kami serahkan kepada PWI Sumbar," pungkasnya. *** irz

​Jembatan Tambang Padang Tengah  Dikerjakan, Jembatan Lama Sudah Dibongkar CV Anugerah Wardana.

By On Senin, Oktober 19, 2026

 ​Jembatan Tambang Padang Tengah  Dikerjakan, Jembatan Lama Sudah Dibongkar CV Anugerah Wardana.



Pasbar, prodeteksi.com — Pembangunan Jembatan Tambang Padang yang didanai Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat (Pemkab Pasbar) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) senilai Rp2,42 miliar lebih (Rp2.429.854.120) tengah dimulai pembangunannya.



​Berdasarkan pantauan media ini di lokasi pada Minggu (17/10/2026), proses pengerjaan diawali dengan pemasangan jembatan sementara dan  pembongkaran struktur jembatan lama. Dua unit alat berat tampak dikerahkan untuk membersihkan sisa-sisa material lama agar pembangunan jembatan baru dapat segera dilaksanakan.



​Sesuai papan informasi proyek, pengerjaan ini berada di bawah Program Penyelenggaraan Jalan / Pengadaan Jalan Kabupaten/Kota pada Ruas Silaping – Aek Nabirong, yang  dilaksanakan oleh kontraktor CV Anugerah Wardana.



​Jembatan permanen dengan struktur baru tersebut dirancang memiliki panjang 15 meter dan lebar 7,5 meter. Jembatan ini memiliki nilai strategis sebagai urat nadi transportasi yang menghubungkan Kecamatan Koto Balingka dan Kecamatan Ranah Batahan.


​Selain itu, keberadaannya menjadi jalur vital mobilitas serta perekonomian warga dari Silaping (pusat Kecamatan Ranah Batahan) menuju sejumlah jorong di Nagari Batahan Utara, serta menghubungkan beberapa jorong di Nagari Pematang Panjang, Kecamatan Koto Balingka.



​Sebelumnya, jembatan tersebut sempat mengalami kerusakan berat hingga amblas dan runtuh pada Rabu malam (1/5/2024). Selama masa transisi, penanganan darurat berupa pembuatan jembatan sementara ditanggulangi oleh Pimpinan Peridon Siapmaju, Najjar Lubis, sehingga mobilitas masyarakat tidak terputus total.


​Harapan Masyarakat

Warga setempat berharap pembangunan jembatan baru ini dapat selesai tepat waktu dengan kualitas konstruksi yang kokoh. Dengan demikian, arus lalu lintas, distribusi hasil pertanian, serta aktivitas ekonomi antarkecamatan dapat kembali berjalan lancar dan aman. *** 8rz

 

Pelayanan Rujukan IGD di Pasaman Barat Dinilai Baik, Pasien Lansia Dapat Pendampingan Ambulans Gratis

By On Senin, Oktober 19, 2026

 

 Perjalanan berobat dari Sawah Mudik ke Puskesmas Silaoing - RSUD Simpang Empat terus Ke RS Siti Rahmah Padang 


PASAMAN BARAT, prodeteksi. Com – Pelayanan rujukan pasien melalui Instalasi Gawat Darurat (IGD) di Kabupaten Pasaman Barat dinilai cukup baik. Hal ini dirasakan oleh M, seorang warga berusia 76 tahun asal Sawah Mudik, Nagari Batahan Utara, Kecamatan Ranah Batahan, Kabupaten Pasaman Barat, yang mendapatkan pelayanan dan pendampingan ambulans saat dirujuk untuk menjalani pemeriksaan dan penanganan medis lebih lanjut di Kota Padang.


Informasi yang diperoleh menyebutkan, M mengalami cedera dan kemungkinan patah tulang  pada bagian paha kanan setelah terjatuh dari pintu depan rumah ketika hendak turun ke bagian bawah. Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu, saat M mendengar suara tangisan cucunya di depan rumah dan bermaksud melihat keadaan cucunya.


Sebelumnya, M  yang merupakan Nini mSnak tersebut sudah berjalan menggunakan bantuan tongkat. Namun, ketika hendak melihat cucunya, ia terjatuh. Saat kejadian tampak sama Jiran tetangga. M kemudian dibantu dan diangkat kembali ke rumah.


Dari Puskesmas Silaping 


Akibat kejadian tersebut, M mengalami rasa sakit pada bagian paha kanan sehingga sulit mengangkatkan kaki. Ia bahkan kesulitan duduk, apalagi berjalan. Selain itu, terlihat pembengkakan pada bagian paha hingga sekitar pinggul.


Karena kondisi tersebut membutuhkan pemeriksaan medis, keluarga M, yakni MR, menghubungi salah seorang pegawai Puskesmas Silaping, Salamuddin, untuk meminta bantuan pelayanan kesehatan dan ambulans.


Permintaan tersebut disambut dengan baik. Pihak Puskesmas Silaping kemudian mengirimkan ambulans ke Sawah Mudik untuk menjemput M dan membawanya ke puskesmas.


 Dari RSUD ke Padang 

Pada Minggu sekitar pukul 09.00 WIB, ambulans tiba dan membawa M ke Puskesmas Silaping. Setelah mendapatkan pemeriksaan awal, M dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) untuk menjalani pemeriksaan rontgen pada bagian kaki yang mengalami cedera.


Alhamdulillah, pihak Puskesmas Silaping menyediakan ambulans untuk mengantar M ke RSUD. Seorang staf puskesmas juga turut mendampingi pasien selama perjalanan. Pelayanan transportasi dan pendampingan tersebut diberikan secara gratis. Kecuali ketika menjemput ke Sawah Mudik hingga ke puskesmas sesuai kesepakatan.


Setibanya di RSUD, staf puskesmas membantu proses pendaftaran sehingga M dapat segera menjalani pemeriksaan dan rontgen. Berdasarkan hasil pemeriksaan, M didiagnosis mengalami fracture collum femur sinistra atau patah tulang femur sebelah kanan, serta memerlukan penanganan lebih lanjut berupa arthroplasty di rumah sakit rujukan di Padang.


Dirujuk ke Rumah Sakit Siti Rahmah Padang

Setelah dilakukan koordinasi, M kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Siti Rahmah Padang untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.


Pihak RSUD kembali menunjukkan dukungan dengan menyiapkan ambulans, sopir, serta seorang staf yang bertugas mendampingi pasien sekaligus membawa berkas rujukan.


Rombongan berangkat pada Senin sekitar pukul 21.00 WIB dan tiba di Padang sekitar pukul 23.30 WIB. Perjalanan yang cukup panjang tersebut dapat dilalui dengan dukungan fasilitas ambulans dan pendampingan petugas.


Seperti halnya perjalanan dari Puskesmas Silaping ke RSUD, transportasi ambulans dari RSUD menuju Rumah Sakit Siti Rahmah Padang juga diberikan secara gratis.


Sementara itu, untuk biaya pelayanan medis, M menggunakan kepesertaan BPJS Kesehatan berbayar.


Pelayanan yang Membantu Masyarakat

Pengalaman yang dialami M dan keluarganya menjadi gambaran pentingnya pelayanan rujukan yang cepat, koordinasi antarfasilitas kesehatan, serta pendampingan petugas bagi pasien yang membutuhkan penanganan lanjutan, khususnya warga lanjut usia yang mengalami keterbatasan untuk bergerak.


Ketersediaan ambulans dari Puskesmas Silaping hingga RSUD, kemudian dilanjutkan ke rumah sakit rujukan di Padang, sangat membantu keluarga dalam membawa pasien untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.


Keluarga pun terbantu karena tidak harus menanggung biaya transportasi ambulans pada kedua tahap rujukan tersebut.


Pelayanan seperti ini diharapkan terus dipertahankan dan ditingkatkan agar masyarakat, terutama warga lanjut usia dan pasien dalam kondisi darurat, dapat memperoleh akses pelayanan kesehatan yang cepat, aman, dan terjangkau di Kabupaten Pasaman Barat. *"" Irz

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *