Lagi, Seorang Warga Rura Patontang Ditandu di Tengah Hujan, Perjuangan Mendapatkan Layanan Kesehatan
On Senin, Oktober 12, 2026
![]() |
| Tragedi Berulang di Rura Patontang, Seorang Warga yang Sakit Ditandu di Tengah Hujan, Perjuangan Mendapatkan Layanan Kesehatan |
PASAMAN BARAT, prodeteksi.com — Perjuangan hidup dan mati warga di pelosok Kabupaten Pasaman Barat akibat buruknya infrastruktur jalan tampaknya belum juga menggerakkan nurani pemegang kebijakan. Peristiwa memprihatinkan kembali terjadi di Jorong Rura Patontang, Nagari Pematang Panjang, Kecamatan Koto Balingka, pada Jumat (9/10/2026).
Seorang warga bernama Sapar (45) terpaksa ditandu oleh masyarakat setempat demi mendapatkan akses pertolongan medis. Menurut keterangan saudaranya, Saluddin, Sapar menderita sakit kaki bengkak yang tidak bisa diluruskan, sehingga sudah tiga minggu terakhir ia tidak mampu berjalan sama sekali.
![]() |
| Tragedi Berulang di Rura Patontang, Seorang Warga yang Sakit Ditandu di Tengah Hujan |
Dalam kondisi fisik yang sangat lemah dan kesakitan, Sapar harus menempuh perjalanan berat ditandu sejauh kurang lebih 1 kilometer menembus jalur ekstrem di tengah guyuran hujan deras.
Selama sekitar 30 menit, warga bahu-membahu menggotong tandu darurat tersebut hingga mencapai lokasi parkir mobil keluarga, sebelum akhirnya Sapar beserta pihak keluarga dapat diberangkatkan menuju RSUD Simpang Empat.
Tragedi penanduan pasien di Rura Patontang bukanlah kejadian yang pertama kali terjadi. Belum lama sebelum peristiwa yang menimpa Sapar, seorang ibu hamil di kawasan tersebut juga harus ditandu menembus jalanan rusak demi mendapatkan pertolongan medis. Sayangnya, takdir berkata lain; setelah perjuangan berat melewati jalur ekstrem dan melahirkan, bayi yang dikandungnya tidak dapat diselamatkan dan meninggal dunia.
![]() |
| Tragedi Berulang di Rura Patontang, Seorang Warga yang Sakit Ditandu di Tengah Hujan |
"Semangat gotong royong masyarakat Rura Patontang luar biasa, tetapi sangat memprihatinkan warga yang sedang sakit parah harus menanggung penderitaan berlipat ganda di atas tandu karena akses jalan yang cukup memprihatinkan dan tak kunjung dibenahi," ungkap Saluddin.
Rentetan peristiwa memilu ini memicu gelombang kritik terhadap Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat dan DPRD Pasaman Barat. Warga menilai pemerintah daerah terkesan kurang perhatian dan hanya bertindak reaktif—baru turun tangan ketika suatu kasus mendadak viral. Setelah perhatian publik mereda, perbaikan jalan kembali diabaikan, meninggalkan penderitaan berulang bagi warga pedalaman.
![]() |
| Kondisi Jalan |
Infrastruktur jalan bukan sekadar fasilitas penunjang ekonomi, melainkan urat nadi keselamatan nyawa manusia. Ketika warga yang sakit bengkak kaki selama tiga minggu tidak bisa dilalui ambulans atau kendaraan biasa, hal tersebut mencerminkan kegagalan pemerintah daerah dalam menyediakan hak dasar atas layanan kesehatan yang cepat dan layak.
Masyarakat menuntut Bupati beserta jajaran DPRD Pasaman Barat untuk segera turun tangan secara nyata dan mengalokasikan anggaran untuk pembangunan jalan permanen di Jorong Rura Patontang. Pemerintah diminta tidak menunggu jatuhnya korban jiwa berikutnya untuk membuktikan komitmennya dalam meratakan pembangunan hingga ke pelosok nagari. **** irz
.png)
.png)
.png)
.png)




.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)












.jpg)