HEADLINE NEWS

Tokoh Rura Patontang Kritik Akses Jalan: “Mana Keadilan Pembangunan buat Kampung Kami?”

By On Jumat, Mei 15, 2026

 

 

 Tokoh Rura Patontang Kritik Keras Akses Jalan: “Jangan Tunggu Korban Berikutnya”

Pasaman Barat, prodeteksi.com — Peristiwa seorang ibu hamil yang harus ditandu sejauh 3 kilometer dari Jorong Rura Patontang, Nagari Pematang Panjang, Kecamatan Koto Balingka kembali memicu kritik tajam terhadap kondisi infrastruktur di wilayah pedalaman Pasaman Barat.

Tokoh masyarakat asal Rura Patontang yang kini merantau  di Jakarta, Martondi Lubis, SH, MKn, menilai persoalan yang dialami warga bukan lagi sekadar keterbatasan pembangunan, tetapi sudah menyangkut keselamatan nyawa manusia.

“Ketika seorang bayi meninggal atau terlambat mendapatkan akses kesehatan karena jalan rusak, maka yang gagal bukan hanya infrastrukturnya, tetapi juga rasa keadilan sosial kita,” ujarnya, Jumat.

Menurutnya, pemerintah kabupaten, provinsi hingga pusat seharusnya menjadikan wilayah seperti Rura Patontang sebagai prioritas darurat kemanusiaan, bukan baru bergerak setelah persoalan ramai di media sosial.


 Peristiwa seorang ibu hamil yang harus ditandu sejauh 3 kilometer dari Jorong Rura Patontang,



“Jangan menunggu viral lalu sibuk memberi klarifikasi. Ukuran keberhasilan pembangunan itu bukan megahnya proyek di pusat kota, tetapi apakah masyarakat di pelosok masih harus bertaruh nyawa hanya untuk mencapai puskesmas,” katanya.

Ia meminta Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat tidak lagi memandang Rura Patontang sebagai wilayah pinggiran yang hanya dikunjungi saat terjadi musibah atau agenda seremonial.

“Yang paling mendesak itu membuka akses jalan yang benar-benar bisa dilalui ambulans, bukan tambal sulam musiman,” tegasnya.

Selain infrastruktur jalan, Martondi juga menyoroti pentingnya kehadiran tenaga kesehatan yang menetap di wilayah terpencil agar masyarakat tidak selalu menghadapi keterlambatan penanganan medis.

“Pemerintah harus memastikan layanan darurat bisa diakses cepat oleh masyarakat. Karena yang dialami warga Rura Patontang ini bukan sekadar ketertinggalan pembangunan, tapi sudah menyangkut keselamatan manusia,” ungkapnya.

Ia mengingatkan pemerintah agar tidak menunggu jatuhnya korban berikutnya sebelum mengambil langkah nyata.

“Jangan tunggu ada korban berikutnya baru semua turun ke lokasi dan sibuk klarifikasi,” katanya lagi.

Saat ditanya mengenai keterbatasan anggaran daerah, Martondi mengaku tidak ingin masuk terlalu jauh ke persoalan teknis. Namun ia memberikan analogi sederhana tentang tanggung jawab pemerintah terhadap rakyatnya.

“Kalau anak kita sakit atau kelaparan sementara kita tidak punya uang, orang tua yang bertanggung jawab pasti akan berusaha sekuat tenaga. Begitu juga pemerintah terhadap rakyatnya,” ujarnya.

Menurutnya, tanpa aksi demonstrasi pun persoalan jalan di Rura Patontang kini sudah menjadi perhatian publik karena ramai diperbincangkan di media dan media sosial.

“Saya yakin pemerintah daerah sudah mengetahui kejadian ini. Sekarang kita tunggu saja apa reaksinya,” tutupnya. *** irz

Terkait Peristiwa Rurapatontang, Radid Akbar  Usulkan Program "Rumah Singgah" Ibu Hamil

By On Jumat, Mei 15, 2026

 

 Terkait Peristiwa Rurapatontang, Radid Akbar  Usulkan "Rumah Singgah" Ibu Hamil di Pusat Kota Sebagai Solusi Darurat Infrastruktur



PASAMAN BARAT, prodeteksi.com  — Salah seorang pemerhat sosial Pasaman Barat, Radid Akbar, menyampaikan rasa duka yang mendalam atas tragedi yang menimpa seorang ibu hamil asal Jorong Rura Patontang yang harus berjuang melalui medan berat demi mendapatkan pelayanan medis, hingga akhirnya sang anak meninggal dunia di RSUD.

“Innalillahi wainnailaihi raji'uun. Kami sangat berduka atas musibah yang menimpa saudara kita dari Rura Patontang. Sangat disayangkan jika risiko kesehatan yang membesar justru disebabkan oleh minimnya infrastruktur dan fasilitas,” ungkap Radid saat memberikan tanggapannya, Jumat (15/5/2026).


Radid menyoroti aspek medis terkait keterlambatan penanganan. Berdasarkan laporan yang diterimanya, setelah pasien mengalami pecah ketuban lalu kemudian ditandu dan dibawa ambulance  menuju Puskesmas Parit memakan waktu yang lama.


“Pecah ketuban adalah hal alami, namun jika terlalu lama baru mendapatkan pertolongan medis, risikonya akan meningkat secara drastis bagi ibu maupun janin. Dalam kasus ini, jeda waktu evakuasi yang lama menjadi faktor risiko yang sangat besar,” jelasnya.


Menyadari bahwa perbaikan infrastruktur jalan seringkali membutuhkan waktu dan anggaran yang besar, Radid memberikan saran konkret kepada Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat sebagai langkah mitigasi jangka pendek.


Jika pembangunan jalan masih memakan waktu lama atau program penempatan dokter spesialis ke pelosok dirasa rumit, ia menyarankan pemerintah menyediakan tempat akomodasi atau rumah singgah bagi ibu hamil di pusat kota atau dekat fasilitas kesehatan utama.


“Pemerintah bisa menyediakan tempat khusus bagi para ibu hamil yang sudah mendekati Hari Perkiraan Lahir (HPL). Berdasarkan rekomendasi dari bidan desa, mereka yang berasal dari wilayah dengan akses sulit seperti Rura Patontang diprioritaskan untuk menginap di sana agar saat waktu melahirkan tiba, mereka sudah dekat dengan fasilitas medis yang lengkap,” saran Radid.

Sebagai warga Simpang Empat, Radid berharap kejadian memilukan ini menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah. Ia menegaskan bahwa urusan kesehatan masyarakat tidak boleh dikompromi oleh buruknya infrastruktur.

“Harapan kita jangan sampai peristiwa ini terulang lagi. Masalah kesehatan tidak boleh diperburuk oleh minimnya fasilitas. Menyediakan akses dan pelayanan kesehatan yang cepat adalah tugas utama pemerintah untuk melayani masyarakatnya,” tutupnya. **** irz

Ibu Hamil Ditandu Beberapa Kilometer dari Rura Patontang, Warga Minta Jalan Segera Diperbaiki

By On Kamis, Mei 14, 2026

 

 Ibu Hamil Ditandu Beberapa Kilometer dari Rura Patontang, Warga Minta Jalan Segera Diperbaiki



Pasaman Barat,  prodeteksi.com — Seorang ibu hamil bernama Irhamni (38), warga Jorong Rura Patontang, Nagari Pematang Panjang, Kecamatan Koto Balingka, terpaksa ditandu warga sejauh kurang lebih 3 kilometer akibat buruknya akses jalan menuju permukiman masyarakat, Kamis (14/5/2026) .

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 13.00 WIB ( pulul 1 siang) setelah bidan jorong menyarankan agar Irhamni segera dirujuk ke fasilitas kesehatan karena kondisinya tidak lagi dapat ditangani di kampung. Saat itu, ibu hamil tersebut disebut sudah mengalami pecah ketuban.




 Ibu Hamil Ditandu Beberapa Kilometer dari Rura Patontang, Warga Minta Jalan Segera Diperbaiki


Karena kondisi jalan rusak dan tidak bisa dilalui kendaraan roda empat secara penuh, warga bersama keluarga melakukan evakuasi darurat menggunakan tandu sederhana menuju titik yang dapat dijangkau ambulans. Ambulans diketahui menunggu di lokasi yang bisa dilalui kendaraan sekitar pukul 13.45 WIB.

Warga setempat, Saluddin, membenarkan kronologi tersebut. Menurutnya, kondisi jalan yang berlumpur, sempit, dan rusak parah membuat kendaraan tidak bisa masuk hingga ke rumah warga, terutama saat malam hari dan musim hujan.

“Karena mobil tidak bisa masuk, warga bergotong royong menandu ibu hamil itu menuju lokasi ambulans,” ujarnya.

Setelah berjalan beberapa kilometer melewati medan licin dan berlumpur, Irhamni kemudian dibawa ke Puskesmas Parit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut karena lokasinya dinilai lebih dekat dibanding harus menuju Simang Empat..



 Ibu Hamil Ditandu Beberapa Kilometer dari Rura Patontang, Warga Minta Jalan Segera Diperbaiki



Lanjutnya lagi, menurut keterangan bidan, Irhamni akhirnya melahirkan anak keempat . Namun bayi tersebut harus dirujuk ke rumah sakit di Simpang Empat karena mengalami asfiksia berat dan membutuhkan perawatan intensif.

Namun akhirnya bayi tersebut dikabarkan telah meninggal dunia. Sementara ibunya akan dirujuk pula ke RS Simpang Empat.

Saluddin berharap pemerintah segera memperbaiki akses jalan menuju daerah mereka agar masyarakat tidak lagi kesulitan mendapatkan layanan kesehatan darurat.

“Kami sangat berharap jalan ini cepat diperbaiki supaya masyarakat tidak susah lagi keluar masuk kampung. Orang sakit jangan terlalu lama ditandu karena yang ditandu butuh mental kuat, yang menandu juga butuh fisik kuat,” katanya.

Ia menyebut kejadian seperti ini bukan pertama kali terjadi di wilayah tersebut. Sebelumnya, kata dia, pernah ada warga yang melahirkan di perjalanan bahkan ada pula warga yang meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju fasilitas kesehatan.

“Kepada pemerintah, mohon kiranya pembangunan infrastruktur jalan kami ini segera dianggarkan,” harapnya.

Peristiwa ini kembali menyoroti kondisi infrastruktur di wilayah pedalaman Pasaman Barat yang dinilai masih jauh dari memadai, terutama untuk mendukung akses layanan kesehatan masyarakat. **** irz

Cakrawala Cup III Resmi Ditutup, Bupati Yulianto Pastikan Dukungan Penuh untuk Olahraga Pasbar

By On Kamis, Mei 14, 2026

 

 Cakrawala Cup III Resmi Ditutup, Bupati Yulianto Pastikan Dukungan Penuh untuk Olahraga Pasbar



Gunung Tuleh, prodeteksi.comBupati Pasaman Barat, Yulianto, menutup secara resmi Turnamen Bola Voli Cakrawala Cup III Tahun 2026 antarjorong se-Kabupaten Pasaman Barat, Rabu (13/5), di Lapangan Tanjung Durian, Nagari Seberang Kenaikan, Kecamatan Gunung Tuleh. Penutupan turnamen berlangsung meriah dengan laga final antara Kompak FC Tanjung Durian melawan Gemah Brastagi yang disambut antusias ribuan penonton.

Dalam sambutannya, Bupati Yulianto menegaskan bahwa kegiatan olahraga masyarakat seperti turnamen bola voli memiliki peran penting dalam pembinaan atlet daerah sekaligus menjadi bagian dari persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) mendatang.
"Sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menyukseskan kegiatan olahraga, khususnya Porprov sebagai ajang bergengsi daerah. Pemerintah daerah bersama DPRD, KONI, dan tokoh masyarakat siap mendukung pengembangan olahraga di Pasaman Barat," ujar Yulianto.
Ia mengapresiasi panitia pelaksana dan masyarakat Tanjung Durian yang dinilai konsisten menggelar kegiatan olahraga secara rutin. Menurutnya, semangat kebersamaan dan partisipasi masyarakat menjadi modal penting dalam melahirkan atlet-atlet potensial dari Pasaman Barat.
Selain menyoroti bidang olahraga, Yulianto juga menyampaikan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan pembangunan infrastruktur. Salah satunya melalui rencana perbaikan jembatan menuju Siligawan yang menjadi akses penting bagi masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Yulianto turut mengajak masyarakat menjaga kondusivitas daerah serta menyukseskan pelaksanaan pemilihan wali nagari (Pilwana) di Pasaman Barat.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pembinaan olahraga daerah, Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat melalui KONI menyerahkan bantuan sebesar Rp5.000.000,00 kepada panitia turnamen. Selain itu, Bupati Yulianto juga memberikan hadiah tambahan sebesar Rp1.000.000,00 kepada pemenang pertama dan Rp500.000,00 kepada pemenang kedua pada set pertama pertandingan. **** dk/irz

Lemahnya Jaringan Wifi BAKTI di SMPN 4 Sungai Beremas Disorot, Ini Jawaban Kominfo Pasbar

By On Kamis, Mei 14, 2026


 Bantuan Wifi BAKTI di SMPN 4 Sungai Beremas Disorot, Kominfo Pasbar Mengaku tak Dilibatkan



Pasaman Barat, prodeteksi.com  — Bantuan Wifi tenaga surya dari BAKTI Komdigi yang dipasang di SMP Negeri 4 Sungai Beremas justru memunculkan tanda tanya. Selain jaringan yang disebut lemah, proses pemasangan bantuan tersebut diduga tidak ada koordinasi dengan pemerintah daerah.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Pasaman Barat, Sofyandri Piliang, saat dikonfirmasi mengaku kurang mengetahui apakah ada pihak dinas yang ikut mendampingi saat pemasangan fasilitas internet tersebut.

Kemudian Ia menyebut, berdasarkan informasi dari bidang SMP, tidak ada petugas dari dinas pendidikan yang ikut dalam proses pemasangan. Pihaknya hanya menerima pemberitahuan bahwa bantuan akan dipasang di sekolah tersebut.

“Menurut keterangan bidang SMP, tidak ada pihak kami yang ikut. Hanya ada pemberitahuan pemasangan saja,” ujarnya.

Bahkan, Sofyandri menyarankan agar konfirmasi lebih lanjut dilakukan langsung ke Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pasaman Barat karena khawatir memberikan jawaban yang keliru.

“Izin pak, kalau bisa langsung dikonfirmasi terkait kebenaran info ini ke Diskominfo pak, takut nanti salah jawab,” katanya.

Kepala Dinas Kominfo Pasaman Barat melalui Kabid Layanan E-Government dan Aptika, Sunarto, menjelaskan bahwa pemasangan Wifi di SMPN 4 Sungai Beremas langsung dilakukan vendor yang ditunjuk oleh pihak BAKTI tanpa melibatkan Kominfo daerah.

“Pemasangan langsung dilakukan vendor yang ditunjuk pihak BAKTI. Koordinasi pemasangan langsung dengan user penerima bantuan, dalam hal ini pihak SMPN 4 Sungai Beremas,” jelas Sunarto.

Ia menegaskan, Pemkab Pasaman Barat melalui Kominfo hanya sebatas mengusulkan calon penerima bantuan. Setelah bantuan disetujui, seluruh proses teknis ditangani langsung oleh pihak pusat dan vendor pelaksana.

“Pemkab Pasaman Barat dalam hal ini Kominfo hanya mengajukan calon penerima bantuan. Setelah bantuan datang, pihak BAKTI langsung menyerahkan kepada user penerima bantuan. Untuk pemasangannya juga langsung dikerjakan di lokasi tanpa melibatkan Kominfo daerah,” katanya.

Tak hanya soal koordinasi, kualitas jaringan internet bantuan tersebut juga menjadi perhatian. Sunarto mengakui bandwidth yang diberikan memang sangat terbatas dan dinilai tidak memadai untuk kebutuhan seluruh pengguna di sekolah.

“Besaran bandwidth yang diberikan pihak BAKTI memang tidak cukup memadai untuk digunakan seluruh user di SMPN 4 karena hanya sekitar 2 sampai 4 Mbps,” ungkapnya.

Kondisi ini memunculkan kritik terhadap pelaksanaan program digitalisasi pendidikan di daerah terpencil. Di satu sisi pemerintah pusat terus menggencarkan pemerataan akses internet sekolah, namun di sisi lain kapasitas jaringan dan koordinasi pelaksanaan di lapangan dinilai masih belum optimal.

“Pengusulannya memang dari Pemkab Pasaman Barat, tapi pemasangan langsung dari pusat. Kadang kami juga tidak tahu kapan mereka datang memasang karena tidak ada pemberitahuan,” jelasnya.

Situasi ini menimbulkan pertanyaan publik terkait pengawasan dan kesiapan program bantuan internet di daerah terpencil. Di tengah gencarnya pemerintah mendorong transformasi digital pendidikan, koordinasi antarinstansi dan kualitas layanan justru dinilai masih jauh dari harapan. **** irz

Percepat Capaian UHC, Pemkab Pasbar Gandeng 17 Perusahaan Sawit

By On Rabu, Mei 13, 2026

 

 Pasbar Gandeng 17 Perusahaan Sawit Percepat Capaian UHC, Ribuan Warga Miskin Diprioritaskan



Pasaman Barat. prodeteksi.comPemerintah Kabupaten Pasaman Barat menggandeng 17 perusahaan kelapa sawit untuk mempercepat pencapaian Universal Health Coverage (UHC) melalui skema donasi iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi masyarakat kurang mampu.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya Pemkab Pasaman Barat meningkatkan akses layanan kesehatan dan memperluas cakupan kepesertaan JKN-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).
Kepala Dinas Kesehatan Pasaman Barat Gina Alecia mengatakan percepatan UHC membutuhkan dukungan dan kolaborasi seluruh pihak, termasuk badan usaha yang beroperasi di wilayah Pasaman Barat.
"Pemerintah daerah tidak dapat berjalan sendiri dalam percepatan UHC. Dibutuhkan dukungan seluruh pihak, khususnya badan usaha, untuk membantu masyarakat kurang mampu agar tetap terdaftar dan aktif dalam program JKN," ujar Gina, Rabu (13/5).
Ia menjelaskan, Pemkab Pasaman Barat bersama BPJS Kesehatan Cabang Bukittinggi telah melaksanakan sosialisasi kepada badan usaha terkait mekanisme donasi iuran JKN sebagai bentuk kontribusi sosial perusahaan kepada masyarakat sekitar.
Seluruh badan usaha yang hadir menyatakan kesiapan mendukung program percepatan UHC di Pasaman Barat.
"Draf kerja sama telah diserahkan kepada masing-masing perusahaan untuk dipelajari lebih lanjut sebelum dilakukan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU)," katanya.
Pemkab Pasaman Barat juga tengah menyiapkan regulasi sebagai dasar pelaksanaan program donasi badan usaha agar berjalan lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.
Donasi badan usaha diprioritaskan untuk membantu masyarakat di sekitar wilayah perusahaan agar memperoleh perlindungan jaminan kesehatan melalui program JKN.
Saat ini, masih terdapat sekitar 17.709 jiwa masyarakat kategori miskin dan sangat miskin pada Desil 1 dan 2 yang status kepesertaan JKN-nya nonaktif. Sementara peserta aktif dari kategori tersebut telah mencapai sekitar 45.000 jiwa.
Dengan keterlibatan 17 badan usaha tersebut, Pemkab Pasaman Barat berharap masing-masing perusahaan dapat membantu sekitar 1.000 jiwa atau minimal 10 kepala keluarga melalui skema donasi iuran JKN.
"Kami berharap dukungan badan usaha dapat membantu percepatan pencapaian UHC sehingga masyarakat kurang mampu mendapatkan akses layanan kesehatan yang lebih optimal," harapnya.
Kepala Bagian Kepesertaan BPJS Kesehatan Cabang Bukittinggi Maihendra mengatakan program donasi badan usaha merupakan bentuk nyata kepedulian sosial perusahaan dalam mendukung perlindungan kesehatan masyarakat.
"Kami telah menyampaikan mekanisme donasi badan usaha, tujuan program, sasaran peserta, serta peran perusahaan dalam mendukung keberlanjutan UHC di Pasaman Barat," jelasnya.
Badan usaha yang diharapkan mendukung program tersebut adalah PT Agrowiratama, CV Andalas Putra Pangan, CV Minang Gemilang Pangan, PT Anam Koto, PT Bintara Tani Nusantara, PT Pasaman Marama Sejahtera, PT Perkebunan Anak Nagari Pasaman, PT Primata Mulia Jaya, PT Rimbo Panjang Sumber Makmur, PT Sari Buah Sawit, PT Sawita Pasaman Jaya, PT Laras Internusa, PT Bakrie, PT AMP, PT GMP, PT PHP, dan RS Ibnu Sina Yarsi Simpang Empat.**** dkf/ irz

Angka Inflasi Kota Padang Berhasil Diturunkan Berkat Empat Langkah Strategis

By On Selasa, Mei 12, 2026

 

 Angka Inflasi Kota Padang Berhasil Diturunkan Berkat Empat Langkah Strategis 



​PADANG, prodeteksi.com – Pemerintah Kota (Pemko) Padang terus berupaya menjaga stabilitas ekonomi daerah menjelang hari besar keagamaan Idul Adha 2026. Upaya ini membuahkan hasil positif dengan tercatatnya penurunan angka inflasi yang signifikan di Kota Padang.

​Berdasarkan data terbaru pada bulan April 2026, angka inflasi Kota Padang secara year-on-year berada di level 1,97 persen. Angka ini menunjukkan penurunan tajam dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 3,3 persen.
Pencapaian ini juga selaras dengan target pemerintah pusat yang menetapkan rentang inflasi daerah di angka 2,5 persen +-1 persen.
Penurunan angka inflasi di Kota Padang itu terungkap pada High Level Meeting TPID Provinsi Sumbar di Aula Anggun Nan Tongga, Kantor Perwakilan Bank Indonesia, Padang, Selasa (12/5/2026).
Kepala Bagian Perekonomian dan PSDA Setdako Padang, Indra Noveri mengatakan, Pemko Padang mengoptimalkan ​empat langkah strategis pengendalian inflasi.
Pertama melalui ​Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dilaksanakan di seluruh kelurahan (104 kelurahan) di Kota Padang dengan menggandeng Bulog dan Bank Indonesia untuk memastikan akses pangan terjangkau bagi masyarakat.
Kedua, ​pemantauan harga real-time dengan petugas melakukan pencatatan harga setiap hari di sembilan pasar utama di Kota Padang.
"Masyarakat dapat memantau perkembangan harga ini secara transparan melalui aplikasi Padang Mobile, Sidingdang, dan aplikasi milik Kementerian Pangan," katanya.
Ketiga melalui ​komunikasi efektif melalui sosialisasi dan menginformasikan kondisi harga terkini kepada masyarakat untuk menjaga ekspektasi pasar.
Keempat, subsidi transportasi dengan penyaluran subsidi melalui transportasi layanan Trans Padang di enam koridor tetap dijalankan guna menjaga agar biaya logistik dan angkutan tetap terjangkau.
​Dalam langkah koordinasi lanjutan, Pemko Padang telah menggelar High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) pada 7 Mei 2026 di Gedung Putih Rumah Dinas Balaikota.
Rapat tersebut dipimpin langsung Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir dan dihadiri perwakilan Bank Indonesia, Forkopimda, serta seluruh jajaran OPD dan Camat.
​"Dari hasil pertemuan tersebut, kita mendapatkan gambaran bahwa kondisi pangan di Kota Padang dalam status aman. Kami siap menghadapi hari besar keagamaan Idul Adha," ujar Indra Noveri.
​Selain pangan, pemerintah juga fokus memantau ketersediaan barang bersubsidi lainnya seperti Minyakita, BBM, dan LPG agar distribusi di tengah masyarakat tetap lancar. *** dk/irz

AKP Evo Nosara Resmi Menjabat Kabag Ren Polres Pasaman Barat

By On Senin, Mei 11, 2026

 

 Penyegaran Organisasi, AKP Evo Nosara Resmi Menjabat Kabag Ren Polres Pasaman Barat



Pasaman Barat, prodeteksi.com -- Polres Pasaman Barat melaksanakan Upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kabag Ren pada Sabtu (9/5/2026) pagi di lapangan apel Mako Polres setempat. Upacara ini dipimpin langsung oleh Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.Ik.


Kegiatan sertijab digelar sebagai bagian dari dinamika organisasi untuk meningkatkan kualitas kinerja, memperkuat tata kelola, dan menjaga kesinambungan pelayanan Polri kepada masyarakat. 


Suasana upacara berlangsung penuh khidmat dengan dihadiri para pejabat utama Polres Pasaman Barat, Ketua Bhayangkari Cabang Pasaman Barat Ny. Panca Agung, para Kapolsek jajaran, serta para pengurus Bhayangkari.


Dalam kesempatan tersebut, jabatan Kabag Ren resmi diserahterimakan dari Kompol Muzhendra kepada AKP Evo Nosara yang sebelumnya menjabat Kasubbagstrajemen dan RB Bag Ren Polres Pasaman Barat. Selanjutnya, Kompol Muzhendra akan mengemban tugas sebgai Wakapolres Pasaman, Polda Sumbar.


Upacara sertijab ini dilaksanakan berdasarkan Surat Telegram Kapolda Sumbar Nomor: ST/309/IV/KEP/2026 tanggal 2 Mei 2026 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan Dalam Jabatan di lingkungan Polda Sumatera Barat.


Upacara berlangsung sesuai tahapan prosesi seremonial Polri, mulai dari pembacaan Keputusan Kapolda Sumbar, pengambilan sumpah jabatan yang didampingi rohaniawan, hingga penandatanganan berita acara serah terima jabatan, dan penandatanganan Pakta Integritas.


Kapolres Pasaman Barat dalam arahannya mengucapkan terima kasih kepada pejabat lama atas dedikasi dan kontribusi selama mengemban tugas, serta menyampaikan harapan kepada pejabat baru agar segera menyesuaikan diri dan melanjutkan program kerja dengan penuh tanggung jawab.


“Mutasi jabatan adalah bagian dari pembinaan karier dan penyegaran organisasi. Kita berharap pejabat baru dapat bekerja dengan integritas, menjaga soliditas, serta memberi energi baru dalam meningkatkan kualitas pelayanan Polri kepada masyarakat,” ujarnya.


Setelah upacara resmi ditutup, rangkaian dilanjutkan dengan kegiatan kenal pamit di aula Tatag Trawang Tungga, foto bersama serta pemberian ucapan selamat dari Kapolres, pejabat utama, dan seluruh peserta personel Polres Pasaman Barat kepada pejabat yang baru dilantik. **** hmsr/ irz

SMPN 4 Sungai Beremas Keluhkan Buruknya Jaringan WiFi Kominfo dan Listrik PLN yang Belum Masuk

By On Minggu, Mei 10, 2026

 

 SMPN 4 Sungai Beremas di Poros

 
PASAMAN BARAT, prodeteksi.com – Hampir sama dengan kondisi yang dialami sekolah di kawasan Poros lainnya, SMP Negeri 4 Sungai Beremas juga mengeluhkan lemahnya jaringan internet dan keterbatasan listrik yang menghambat aktivitas belajar mengajar di sekolah tersebut.


Meski sekolah sudah menerima bantuan WiFi Tenaga Surya dari Kominfo, namun jaringan internet yang tersedia dinilai belum maksimal dan sering mengalami gangguan. Akibatnya, pihak sekolah masih terpaksa menggunakan WiFi pribadi milik guru untuk mendukung kegiatan sekolah sehari-hari.


Kepala SMPN 4 Sungai Beremas, Apriani  yang berlokasi di Poros, Pasaman Barat, saat dikonfirmasi belum lama ini mengatakan bahwa sejak dirinya mulai bertugas pada Maret 2026, fasilitas WiFi di sekolah tersebut sebenarnya sudah ada. Namun, jaringan internet bantuan Kominfo yang dipasang sekitar sebulan lalu masih sulit digunakan.




 Apriani, Kepala SMPN 4 Sungai Beremas 

“Memang sekarang sudah ada bantuan WiFi dari Kominfo, tetapi sangat sulit mendapatkan jaringan. Terpaksa kami masih menggunakan WiFi pribadi guru yang ada di sekolah,” ujarnya.


Ia menjelaskan, bantuan WiFi tersebut dipasang untuk menggantikan jaringan lama yang telah digunakan sejak tahun 2023 yang kini telah rusak, termasuk jaringan pribadi salah seorang guru yang selama ini membantu kebutuhan internet sekolah.


“Baru bulan kemarin dipasang mengganti WiFi yang lama dan WiFi guru, namun sinyalnya masih sangat lemah dan kurang bagus,” ungkapnya.


Menurutnya, keberadaan WiFi bantuan Kominfo seharusnya dapat memberikan akses internet yang lebih lancar untuk mendukung administrasi sekolah, pembelajaran digital, hingga pelaksanaan ujian berbasis online. Namun kenyataannya, jaringan yang tersedia masih belum stabil.


 SMPN 4 Sungai Beremas 


“Harapan kami tentu jaringan internet bisa lebih bagus dan lancar, karena saat ini sinyalnya masih sangat lemah,” katanya lagi.


Saat ini, kata dia, akses internet yang paling sering digunakan tetap berasal dari WiFi pribadi guru di sekolah tersebut. Kondisi itu juga berdampak pada pengeluaran tambahan karena pihak sekolah harus membeli paket internet secara mandiri.


Bahkan saat pelaksanaan Ujian TKA beberapa waktu lalu, jaringan WiFi bantuan belum dapat digunakan pada pagi hari sehingga sekolah kembali mengandalkan jaringan milik guru agar kegiatan ujian tetap berjalan.


“Kami berharap ada perhatian serius dari pihak terkait agar jaringan internet di sekolah ini benar-benar dapat dimanfaatkan dengan baik untuk mendukung dunia pendidikan,” tutupnya. Begutupun pada pihak PLN agar segera memasukkan jaringan ke kawasan Poros inim " tutupnya, *** irz

SDN 09 Poros Keluhkan Belum Ada WiFi dan Listrik PLN, Guru Kesulitan Ikuti Perkembangan Teknologi

By On Jumat, Mei 08, 2026


 SDN 09 Poros Keluhkan Belum Ada WiFi dan Listrik PLN, Guru Kesulitan Ikuti Perkembangan Teknologi



PASAMAN BARAT, prodeteksi.com – Sekolah Dasar Negeri (SDN) 09 Sungai Beremas yang berada di kawasan Poros, Kecamatan Sungai Beremas, Kabupaten Pasaman Barat, kembali mengeluhkan minimnya fasilitas pendukung pendidikan, terutama akses WiFi, internet, dan listrik PLN yang hingga kini belum tersedia di sekolah tersebut.

Padahal WiFi dan internet yang selama ini sangat dibutuhkan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar serta administrasi sekolah. Meski permohonan telah berkali-kali diajukan kepada instansi terkait, hingga kini belum ada tanggapan maupun realisasi yang jelas.


Beberapa guru yang ditemui di kantor sekolah pekan lalu menyampaikan bahwa ketiadaan akses internet yang memadai membuat proses pembelajaran menjadi terkendala, terutama di tengah perkembangan pendidikan digital saat ini. 


 Beberapa guru yang ditemui di kantor SD N 09 Sungai Beremas di Poros


Menurut mereka, fasilitas WiFi dan internet sangat penting untuk menunjang kegiatan belajar mengajar, mengakses materi pembelajaran secara daring, hingga pengelolaan administrasi sekolah yang kini banyak dilakukan secara online.


“Kami sudah mengajukan permohonan berkali-kali, tetapi sampai sekarang belum ada solusi nyata. Padahal fasilitas WiFi dan internet sangat membantu kegiatan belajar mengajar dan administrasi sekolah,” ujar salah seorang guru.


Orang tua siswa dan masyarakat sekitar juga mendukung penuh upaya peningkatan fasilitas tersebut demi kemajuan pendidikan di kawasan Poros. Mereka berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera menindaklanjuti permohonan sekolah agar para siswa tidak tertinggal dalam pemanfaatan teknologi modern.

 

SD N 08 Sungai Beremas


Kepala SDN 09 Sungai Beremas, Masril Madnin, S.Pd, saat dihubungi membenarkan bahwa sekolah yang dipimpinnya hingga sekarang belum menikmati jaringan WiFi maupun aliran listrik PLN.


“Kalau ada WiFi dan listrik tentu sangat bagus untuk mengikuti perkembangan informasi dan teknologi. Tapi sampai sekarang belum juga ada,” ujarnya.


Menurut Masril, memang benar bahwa pihak sekolah sudah berulang kali mengajukan permohonan kepada berbagai pihak. Namun hingga kini belum ada tindak lanjut maupun realisasi nyata.


“Kok lai ancak bona molahnyo pak, tapi ndak lai salamo iko do pak, iming-iming ajo nyo,” sindirnya menggunakan bahasa daerah setempat yang menggambarkan kekecewaan karena janji yang belum terealisasi.


Ia menjelaskan, keberadaan internet dan listrik saat ini menjadi kebutuhan mendasar bagi sekolah untuk menunjang kegiatan belajar mengajar, mengakses materi pembelajaran daring, hingga pengiriman laporan administrasi pendidikan.


Pihak sekolah bahkan mengaku pernah diminta oleh Dinas Pendidikan untuk menghubungi PT Telkom terkait pemasangan jaringan internet. Namun setelah dilakukan komunikasi, hingga kini belum ada jawaban maupun kepastian.


Selain itu, pihak PLN dari Simpang Empat juga disebut pernah datang langsung ke lokasi sekolah untuk melakukan peninjauan. Namun sampai saat ini pemasangan jaringan listrik ke wilayah Poros juga belum terealisasi.


“Tu mangko nyo, acuoh ajo ambo le tentang iko le pak, tunggu ajo bilo listrik dan Telkom masuok le,” ungkap Kepala Sekolah lagi.


Masril juga menyebut bahwa pihak Nagari Air Bangis  hingga kini juga belum pernah ada pembahasan khusus mengenai kebutuhan listrik dan internet untuk sekolah tersebut.


“Sering saya bertemu dengan wali nagari, tapi belum pernah membahas soal ini,” katanya.

“Do kurang basoba le pak, do lai ba listrik do pak, samo ba WiFi kosong,” tutupnya. *** irz

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *